Headlines News :
Home » » 99 tanda orang yang berbakat kaya

99 tanda orang yang berbakat kaya

Written By Syukur Muhammad on 04 April 2010 | 7:42:00 PM

Inisial-S - Satu hal yang perlu diketahui, seseorang untuk menjadi kaya tak perlu harus jenius. Namum memang diperlukan karakter dan kualitas tertentu untuk menjadi kaya. (from: William Tanuwidjadja : 99 tanda orang berbakat kaya).

Nah apa aja nih tanda2 nya, apakah kamu termasuk didalamnya? ini dia:
  1. Berpikir seperti layaknya orang kaya : Orang yang berbakat kaya selalu belajar berpikir dan bertindak layaknya orang kaya.
  2. Tidak berpikir konsumtif : Orang yang berbakat kaya akan selalu berpikir tentang apa yang mereka akan lakukan dengan uang agar dapat berlipat ganda.
  3. Pintar mengelola arus kas : Selalu menghitung banyak rupiah yang tersisa setelah dikurangi kebutuhan hidup yamng sifatnya mendasar.
  4. Mampu membedakan aset dan liabilitas : Mereka selalu memikirkan apakah aset-aset itu menghasilkan arus kas masuk atau justru keluar.
  5. Selalu membangun intengible aset (aset non fisik ): yaitu selalu menjaga hubungan dengan relasi, teman, jaringan, kepercayaan, cara berpikir, visi, pemikiran, keyakinan, dan otokritik.
  6. Bekerja untuk belajar, bukan demi uang : Mereka bekerja untuk orang lain sebenarnya untuk mempelajari sesuatu, biasanya mereka memepelajari sistem bisnis, bagaimana aliran uang, cara membangun jaringan relasi, dll.
  7. Sangat percaya diri : Mereka percaya akan kemampuan yang dimilikinya untuk mendapatkan kekayaan.
  8. Mengenali dirinyya dengan baik : Mereka paham potensi, potensi, kelemahan, serta karakter-karakter spesifik yang dia miliki.
  9. Memandang uang sebagai organisme : Mereka menanam uang dilahan yang tepat, memeliharanya, membersihkan hamanya, dan disaat yang tepat memetik hasilnya.
  10. Tak pernah mengeluh, merasa miskin dan kekurangan.
  11. Siap mental untuk menjadi kaya.
  12. sangat mampu mengendalikan diri : Orang-orang yang super kaya selalu menampakkan mimik yang standar, senyum yang bijak, dan tampaknya, well semuanya terkendali, walaupun pasar pada saat itu sedang porak-poranda. Orang kaya sangat mampu mengendalikan diri agar sikapnya tidak dapat dibaca oleh publik.
  13. Memahami logika "Take n Give" : Orang kaya sangat paham dengan pameo "There's no free lunch" tak ada sesuatu yang gratis.
  14. Berorientasi pada proses : si kaya memikirkan nilai guna yang seperti apa untuk mendapatkan uang banyak.
  15. Mencintai perannya : Orang kaya biasanya mencintai perannya dalam kehidupan bisnis dan sosial.
  16. Mempercayai prinsip relativitas uang : Orang2 kaya telah melatih dirinya untuk tidak terkejut melihat price list atu penawaran-penawaran apapun. Semuanya kembali pada apa yang bisa didapatkan dari pengeluaran tersebut.
  17. Memhami konsep "Time value of money" : nilai lebih untuk masa depan
  18. Tak ingin bersusah payah : Jangan salah orang yang tak ingin bersusah payah bukan berarti ia malas. Kalau dia berpikir dan terus berpikir untuk menemukan sistem dan cara bekerja yang efektif dan efisien untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, maka mereka memiliki bakat untuk menjadi kaya.
  19. Kreatif : merupakan bagian terpenting dari bakat menjadi kaya. Orang kaya selalu kreatif dalam menemukan cara-cara baru dalam berbisnis.
  20. Menghargai gagasan yang berorientasi pada tindakan : Orang kaya bisa memilih ide yang menarik yang hanya sebatas ide dan yang bisa menghasilkan uang.
  21. Open mind : Orang-orang berbakat kaya sangat yakin tak ada sesuatu yang tak mungkin terjadi. mereka terus bermimpi di dan yakin mimpinya suatu saat dapat terwujud.
  22. Mampu menilai karakter orang lain : Orang-orang kaya selalu memilih staf atau karyawan yang sesuai dengan karakter dirinya.
  23. Waspada terhadap pujian : Pujian bisa membuat terlena dan lupa diri, orang kaya lebih terbuka menerima kritik.
  24. Terbuka menerima kritik : Orang kaya telah berlatih untuk menerima kritik setajam apapun.
  25. Mampu memahami berbagai bentuk uang : Bagi orang kaya pengertian uang sangatlah luas.
  26. Mampu menggunakan Sumber daya orang lain : Orang kaya menggunakan waktu dan tenaga orng lain bahkan uang orng lain untuk memperkaya dirinya.
  27. Tak pernah merasa puas : ketidak puasan bukan dilihat dari banyaknya uang yang telah dimiliki, tetapi cara kerja dan cara 2 bisnis yg telah di sempurnakan.
  28. Mampu mendeteksi kemana uang mengalir : Mereka memahami kemana uang mengalir.
  29. Memahami nilai guna yang tersembunyi : Orang kaya memiliki sense yang tajam terhadap berbagai macam peluang bisnis.
  30. Memikirkan hal terburuk, tetapi tidak takut karenanya. Orang kaya salalu mendahului pemikirannya dari hal yang terburuk.
  31. Memiliki alasan kuat untuk setiap pengeluarannya.
  32. Menciptakan uang, bukan mencari uang : Orang berbakat kaya selalu berpikir saluran pipa kekayaan.
  33. Tahu persis bagaimana uangnya bekerja.
  34. Fokus dan spesifik : Mereka tidak mau kehilangan fokus pada wilayah dimana mereka memiliki kompetensi inti.
  35. Percaya bahwa uang tiak tumbuh dipohon : Mereka berpikir uang dan kekayaan hanyalah konsekuensi dari gagasan dan tindakan anda.
  36. Tidak percaya "Abnormal Return" : Tidak satupun instrumen investasi yg bebas resiko.
  37. Mampu membedakan lemak dan memangkas otot : Mereka hanya membuak lemaknya, yaitu sesuatu yang membuat bisnis menjadi tidak fleksibel, terlalu birokratis dan tidak responsif terhadap perubahan.
  38. Cerdas secara finansial dan numerik.
  39. Lebih suka berbelanja secar tunai.
  40. Tidak pernah mau mengunakan kartu kredit apalagi minta kenaikan plafon kartu kredit.
  41. Tidak bisa dirayu iklan konsumtif.
  42. Menggunakan setiap aktivitas konsumsi sebagai sarana pembelajaran.
  43. Selalu berpegang pada azas uilitas dalam berkonsumsi.
  44. Mencari daya ungkit : Orang2 berbakat kaya selalu mencari daya ungkit untuk menaikan nilai aset.
  45. Peka terhadap detail : Orang2 berbakat kaya biasanya gampang memahami gambaran umum suatu persoalan.
  46. Menghargai waktu.
  47. Mampu menghitung "Oppurtunity Cost ( biaya semu )" : muncul sebagai konekuensii logis ketika kita mengambil suatu pilihan dan mengorbankan pilihan lain, tetapi orang berbakat kaya mampu menghitung opprtunity cost sehingga mereka bisa menentukan secara tepat pilihannya yg disisuaikan dengan tujuan awal.
  48. Berani gagal.
  49. Skeptis menghadapi semua proposal.
  50. Disiplin terhadap anggaran.
  51. Mampu membedakan Needs dan wants.
  52. Membiarkan pihak lawan menawar terlebih dahulu.
  53. Bisa melihat potensi terpendam dari segala sesuatu.
  54. Menginvestasikan uang dan waktu secara aktif.
  55. Tak suka menabung : Orang kaya tidak menabung dengan tujuan mengumpulkan "sedikit2 demi sedikit lama2 menjadi bukit". kalaupun punya tabungan, mootifnya adalah penyimpanan saja, bukan untuk mendapatkan hasil. Mereka pasti menanamkan uangnya kedalam instrumen2 yang bisa memberi return secara cepat. Investasi tidak dikenai pajak, kecuali apabila investor menginginkan profit taking. Namun, bunga tabungan selalu dipangkas pajak, tidak peduli apakah pemilik tabungan akan memakai uangnya atau tidak.
  56. Memeliki kepekaan terhadap bunga majemuk.
  57. Mampu menghitung nilai nominal dari segala sesuatu.
  58. Tidak pernah mencintai aaset secara tidak rasional : orang=orang kaya tidak pernah mencintai asetnya secara berlebihan, sehingga menggappnya tidak bisa dinilai dengan uang.
  59. Tidak pernah mengeluhkan modal yang kecil.
  60. Stabil secara emosional.
  61. Bisa memahami kebutuhan dan keinginan orang lain.
  62. Proporsional dalam mengambil resiko : orang kaya sellau mengukur resiko dan keuntungan, karena keduanya berbanding lurus.
  63. Punya nyali dan berani kehilangan uang.
  64. Bersikap obyektif dan rasional.
  65. Memegang asas profesionalisme : Orang-orang kaya tidak mencampuraduk hubungan profesional dan pertemanan.
  66. Memiliki kemampuan kordinasi.
  67. Tidak takut utang.
  68. Mampu menjadi penilai aset yang handal.
  69. Memahami ritme dan timing.
  70. Selalu tertarik pada cara kerja suatu alat atau sistem.
  71. Menghindari bekerja dengan penghasilan tetap.
  72. Menghindari utang budi.
  73. Jago mengkomunikasikan gagasan bisnis.
  74. Bekerja bukan berdasarkan hasil jangka pendek.
  75. Mewaspadai kebiasaan buruk.
  76. Meyukai perubahan.
  77. Mempunyai sense terhadap keseimbangan uang dan barang.
  78. Mampu menemukan substansi : Mereka selalu merujuk pada poin pentingnya pada saat membeli sesuatu, seperti pada saan membeli bor misalnya, mereka membeli bor berorientasi pada tujuannya yakni untuk membuat lubang.
  79. Berpikir dari berbagai sudut pandang.
  80. Respek terhadap orang-orang sukses.
  81. Lihai dalam permainan ego.
  82. Berwatak simple dan praktis.
  83. Menganggap krisis sebagai peluang.
  84. Mampu memahami kebutuhan orang lain merupakan salah satu kunci sukses bisnis.
  85. Bisa berpikir seperti orang awam.
  86. Mempercayai kekuatan pikiran.
  87. Memahami kegagalan dari sudut pandang lain dan merubahnya menjadi sesuatu pembelajaran yang dapat merubah mnjadi kemajuan usahanya.
  88. Tidak menganalkan belas kasihan.
  89. Mampu menghitung cepat.
  90. Memiliki skala prioritas dalam pengeluaran.
  91. Mampu mengenali pola : Selalu berusaha memahami pola yang berlaku dan cara kerja segala sesuatu.
  92. Peka terhadap kualitas.
  93. Berorientasi pada "Value for Money" : Setiap sen uang yang keluar harus memiliki alasan yang kuat.
  94. Mengerti kekuatan informasi.
  95. Bukan persentasenya, tapi nominalnya.
  96. Selalu mengikuti perkembangan terbaru
  97. Mencatat segala transaksi keuangan.
  98. Mampu mengukur peluang dan probabilitas.
  99. Membiarkan setiap transaksi bediri sendiri.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Inisial-S Blog - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template